Perihal Raga
Beberapa waktu lalu sempat ngobrol dengan salah satu teman, tentang sesering apa cedera kaki yang saya alami. Dia bilang, “kakimu itu kekuatanmu makanya harus dijaga, Ini ndak, sudah sakit kaki ndak bilang bilang, malah tetap kesana kemari”.
Mungkin ini karena kejadian tahun
lalu ketika kaki saya tersayat oleh tiram yang menempel pada dermaga kayu
ketika saya menyelam. Saat saya naik ke daratan, ternyata darahnya cukup banyak
mengucur. Letaknya disela jari jari kaki, cukup buat saya meringis dan sedikit
pincang ketika jalan kaki. Tapi didalam kamus saya tidak ada kata jera untuk
hal hal seperti ini. Saya masih gunakan untuk jalan kaki, bahkan naik turun
pulau padar dengan ratusan anak tangganya itu.
Saya jadi kilas balik tentang
betapa kuatnya organ kaki saya ini, yang sering saya ajak jalan, manjat,
loncat, dsb. Disisi lain, kaki saya juga menjadi organ yang sering terluka, seperti
luka jahitan, keseleo, memar,dsb. Hingga
akhirnya, saya harus ke fisioterapi. Mungkin ini buntut dari saya kurang
memperhatikan fisik. Beberapa bulan lalu saya terjatuh, keseleo, hanya saja itu
hanya hal biasa yang terjadi, saya pikir bisa sembuh sendiri seperti biasa. Nyatanya
dua bulan terakhir engkel saya sering nyeri beberapa kali di titik saya
keseleo.
Saya menduga sepertinya memang
kali ini cederanya berbeda, butuh bantuan profesional. Saat bicara dengan mama,
beliau menyarankan untuk ke fisioterapi langganan keluarga. Saya jelaskan
keluhan saya ini, hingga dapat terapi. Diagnosisnya sparin angkle grade 2, bukan
suatu hal yang parah sebenarnya, hanya saja sering saya pakai aktifitas berat, sehingga
recovery lama dan bahkan terasa nyeri yang berulang. Dikasih arahan untuk
melakukan satu gerakan rutin dirumah
Mungkin ini sedikit peringatan
untuk lebih berhati hati, dan lebih aware tentang kebutuhan diri. Paham akan kapasitas
fisik yang dimiliki juga menjadi kunci. Aslinya pengen segera sembuh karena
aktifitas berat lainnya menunggu ahahahah.
Comments
Post a Comment