Makassar: Untuk ke sekian kali

 langkah kaki ku begitu ringan, mungkin karena aku akan mengunjungi satu kota, provinsi, pulau, yang menjadi tempat hati ku diletakkan. ternyata aku mau menjemput hatiku, aku penasaran bagaimana keadaan hatiku, apakah dia baik baik saja?

feromon dari banyak orang bercampur, wanginya tetap khas, serta sulit ku identifikasi. setelah tiba di makassar, wangi wangi itu tidak berpisah, mungkin karena semuanya penting dan menjadi bagian dari ku. oh hati, ternyata kamu tidak diam di satu tempat, kamu telah berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain dengan ritme yang stabil. kamu ditemani orang orang yang aku percaya. hati, kenapa rasanya berat sekali kamu ikut aku pergi? kenapa kamu masih setia untuk tetap tinggal di sini?



Comments

Popular posts from this blog

Pancarona Labuan Bajo

We listen, we don’t judge

Yogyakarta: Home of History