Tantangan dalam Mengemban Amanah Kepemimpinan

 Sudah hampir satu tahun setelah diri ini terpilih jadi Ketua Himpunan. Sudah hampir selesai pula periode ku. Rasanya campur aduk, dari mulai senang, sedih, stress, bingung, dsb. Kayaknya sudah melalui banyak stase dan dinamika organisasi. Kalau ditanya,” masa apa yang paling berat dari mengurus himpunan?”, sepertinya jawabanku akan jawab dengan lantang “masa saat pemilihan ketua himpunan”.

Walaupun aku ga bisa cerita banyak disini karena banyak hal yang terjadi pada saat itu, tapi rasanya saat itu bahkan tidurku tidak nyenyak, banyak berdiskusi, banyak berpikir, banyak mempersiapkan diri untuk debat kandidat. Masa itu menjadi masa pertama kali ku belajar tentang politik. Politik yang memang ga ada habis habisnya. Aku bahkan jadi tau banyak aktualisasi dari kata kata yang hanya ku dengar sekilas seperti propaganda dan money politics.

Aku bahkan punya penasehat internal dan eksternal yang masih setia dari tahun lalu sampai sekarang, karena aku sadar aku masih sangat membutuhkan pendapat serta nasehat baru atas apa yang ku lakukan. Bukan hanya tentang benar dan salah, tapi lebih kepada tepat sasaran atau tidak.

Sebenarnya aku pengen ngasih saran disini, tapi sepertinya akan terlihat cukup radikal. Kalau ada yang pengen tau lebih lanjut tentang cerita politik ini, bisa lewat diskusi ya.

Ini sepertinya akan menjadi part 1 tulisan mengenai beratnya mengemban Amanah kepemimpinan. Untuk menjadi pemimpin pun butuh usaha dan power untuk bisa menyalurkan nilai nilai yang akan di anut Bersama.

Comments

Popular posts from this blog

Perihal Raga

We listen, we don’t judge

Pancarona Labuan Bajo