Posts

I hate this distance

Hampir mirip seperti LDR alias Long Distance Relationship yang sering terjadi kepada dua orang sedang pacaran yang sedang berpisah jarak, Long Distance Friendship juga ga kalah berat. Bagiku, selama lebih dari 3 tahun merantau, rasanya pengen selalu ketemu teman temanku dulu, yang ketemunya biasanya dari pagi sampai magrib. Dari kelas pagi, siang, bahkan ekskul sore. Makna LDF bagiku sungguh dalam, sedalam ketika mereka bilang kangen langsung ku beli tiket PP kampung halamanku. Yep, aku pernah melakukannya di awal tahun 2023. Well, kalau ditanya pake uang siapa ya sudah pasti uangku sendiri hasil gaji bulan pertama ngajar kursus Bahasa inggris wkwkwk. Karena hal itu pula aku berani keluarin uang, karena ya bukan uang orang tua. Sebenarnya pulang karena luluh saat ada yang bilang kangen tuh bukan hal yang dikagetkan banyak orang, tapi lebih kepada waktu yang ku habiskan di kampung halaman. 3 malam adalah waktu yang ku habiskan di bima, kampung halamanku pada saat itu. Mungkin kalau ...

The Untold Story

Semalam, selepas selesai kerjaanku di prodi, aku merakit pc dan cpu yang sudah tidak digunakan lagi dari prodi. Memindahkan segala perlengkapan ke kamarku yang ada di dormitory, memulai dengan memasang kabel vga, kabel power, sampai keybord, dan akhirnya selesai. Namun, aku menemukan masalah lain yang mana tidak bisa terkoneksi dengan wifi. Berusaha menonton youtube namun tak juga mendapat jawaban. Memilih untuk menghubungi hilman, salah satu sahabat dari zaman SMA ku yang sekarang menempuh Pendidikan di bidang Teknik informatika. Menanyakan berbagai pertanyaan yang kemudian di jawab oleh hilman. Well, sebenarnya kami biasanya manggil dia “Man”, and he is fine at all. We started with the topic about device and anything, but it turns out kami ngobrolin banyak hal, termasuk kisah kisah yang ga pernah hilman cerita selama 6 tahun pertemanan kami. Hilman bilang bahwa dia susah banget cerita saat kami SMA. Pada saat itu, kamu banyak terdiam, termenung, dan membangun benteng tinggi yang ...

Tantangan dalam Mengemban Amanah Kepemimpinan

  Sudah hampir satu tahun setelah diri ini terpilih jadi Ketua Himpunan. Sudah hampir selesai pula periode ku. Rasanya campur aduk, dari mulai senang, sedih, stress, bingung, dsb. Kayaknya sudah melalui banyak stase dan dinamika organisasi. Kalau ditanya,” masa apa yang paling berat dari mengurus himpunan?”, sepertinya jawabanku akan jawab dengan lantang “masa saat pemilihan ketua himpunan”. Walaupun aku ga bisa cerita banyak disini karena banyak hal yang terjadi pada saat itu, tapi rasanya saat itu bahkan tidurku tidak nyenyak, banyak berdiskusi, banyak berpikir, banyak mempersiapkan diri untuk debat kandidat. Masa itu menjadi masa pertama kali ku belajar tentang politik. Politik yang memang ga ada habis habisnya. Aku bahkan jadi tau banyak aktualisasi dari kata kata yang hanya ku dengar sekilas seperti propaganda dan money politics. Aku bahkan punya penasehat internal dan eksternal yang masih setia dari tahun lalu sampai sekarang, karena aku sadar aku masih sangat membutuhkan...

The Wind

Akhirnya aku menulis ini buatmu, fal. pusing banget mikirin namamu pake V atau F. Hampir sebulan setelah ku meninggalkan labuan bajo, akhirnya tulisan ini rampung bwahaha. Sepertinya aku bakal mengibaratkan kamu seperti Angin, seperti judul tulisan ini. Angin yang memiliki sifat dapat meratakan dan menyeimbangkan tekanan udara, seperti sifatmu sebagai balancer dimanapun itu. Kecepatan angin dapat bervariasi dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat, seperti itu lah kamu fal. Kadang kadang kamu datang dengan energi yang besar, kadang lemas, kadang hanya tenang dan sepertinya bukan hanya aku yang merasakannya. Dalam waktu sebulan, sepertinya aku bisa melihat beberapa sisi mu. Di beberapa momen, aku rasanya melihat sosok kamu yang tenang saat kamu bergabung dengan ilham, riskal, dll. Sisi dewasa atau sisi tenangmu muncul, tapi di momen lain aku bisa melihat bahwa kepribadian kalian mirip. Di momen lain aku melihat kamu cukup murung ataupun sedih, atau mungkin sakit. Lagi dan lagi ti...

Pancarona Labuan Bajo

Leading this team Melihat kesempatan yang ada, akhirnya aku mengajukan diri sebagai koordinator kelompok di wilayah MAN Manggarai Barat. Melakukan analisis SWOT kelompok   serta individu untuk melihat seberapa jauh kami bisa berjalan. Membagi individu dalam divisi untuk memaksimalkan kinerja dengan jobdesk yang jelas. Dari awal aku sudah optimis bahwa kelompok ini berisi orang orang terpilih yang bisa survive dan memiliki terobosan. Punya kebiasaan baru untuk menghitung mundur sambil liat jam tangan, mungkin karena setelah tau kalua orang NTT sangat terus terang terhadap kesalahan yang dimiliki. Yap, aku takut kami terlambat dan ditegur langsung. Perjalanan membersamai tim ini tidak mudah, menurunkan ego dikala menemui masalah.  setelah melakukan analisis SWOT akhirnya banyak treatment yang dilakukan, salah satunya tugas menulis. since menulis refleksi menjadi tugas berat, akhirnya tugasnya di ubah menjadi tugas menulis berita, dengan memberikan referensi dn arahan langsun...

BACKGROUND

Image
Bismillahirrahmanirrahim Sebenarnya pake judul "background" jadi berasa kek nulis latar belakang penelitian atau skripsi jadinya wkwkwk, tapi yaudahlah. di halaman ini aku ingin berbagi cerita kenapa blog ini ada. alasannya sebenarnya karena saat KKN PLP di labuan bajo rasanya ceritanya cukup panjang dan berkesan dan perlu menorehkannya dalam bentuk tulisan, ditambah lagi salah satu temanku buat blog untuk menceritakan pengalamannya tentang labuan bajo, serta salah satu siswa MAN bernama ilham juga membuat. membulatkan tekat dengan membuat ini di pangkep saat bertugas di himpunan ketika 2 hari setelah touchdown Makassar. Memberi nama blog ini dengan "nanalogue" yang merupakan plesetan dari "monologue", dengan fokus isi berisi pengalaman pribadi dan pandangan yang ku miliki. Dalam pemaknaan semantik, "nanalogue" merupakan gabungan dari "nana, lo,dan gue" yang bermaksud cerita ini bukan hanya bisa dinikmati olehku, tapi para pembaca juga....